Lembaga Riset dan Konsultan Sosial

Portofolio : Penataan PKL, Belajar dari Malioboro

Portofolio : Riset Slum Area di Tanah Aceh

Ketika Aset Desa Digadaikan Kepala Desa

Quo Vadis Gedung Kesenian Ciamis

Riset Urban Milenial : Permintaan dari Direktorat Dampak Kependudukan, BKKBN

Forum Diskusi CIC dan Diseminasi Hasil Penelitian

Penelitian Ilmiah

Sabtu, 09 Februari 2019


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengidentifikasi diare sebagai penyakit yang menjadi perhatian utama. Disebutkan sebagai penyebab utama kematian dan morbiditas anak di dunia, dengan menewaskan sekitar 760.000 anak setiap tahun (WHO, 2013, dalam Augsburg dan Rodríguez-Lesmes 2018). Akibat dari Sanitasi yang buruk berdampak terhadap kesehatan terutama kepada anak, seperti penyakit diare.

Tidak adanya sanitasi air limbah yang tepat menjadi salah satu pembunuh utama di negara berkembang. Pembuangan kotoran (feses) di ruang terbuka, sembarangan menyebabkan penyakit diare (Winters, Gafar, dan Martawardaya 2014). 

Jejak pendapat dari pembaca British Medical Journal (dalam, Cairncross et.al. 2010) menunjukkan bahwa sanitasi terpilih sebagai kemajuan terbesar di abad terakhir ini, dalam kesehatan masyarakat terkait dengan pentingnya pembuangan feses dalam pencegahan penyakit diare

Lembaga filantropi dunia, Bill & Melinda Gates Foundation, misalnya, melakukan riset Sanitasi yang didanai langsung oleh Bill & Melinda Gates Foundation, International Initiative for Impact Evaluation (3ie), dan Department for International Development backed SHARE Research Consortium at the London School of Hygiene & Tropical Medicine, di India.

Hasil riset tersebut menjelaskan bahwa diperkirakan 2,5 miliar orang tidak memiliki akses ke sanitasi laik. 71% dari orang-orang ini tinggal di perdesaan, seperti halnya lebih dari 90% dari 1,1 miliar yang mempraktikkan buang air besar sembarangan dan  seperempat dari 1,5 juta yang meninggal setiap tahun akibat penyakit diare (Clasen et.al. 2014).

Urgensi tersedianya sanitasi sehat, di berbagai belahan dunia, khususnya Negara berkembang seperti Indonesia, cepat direspons oleh Yayasan Danamon Peduli, dengan intervensi “program kemandirian sanitasi” (to be continued)

Jumat, 08 Februari 2019



CIC Lembaga Riset dan Konsultan Sosial (AHU-0004658-AH.01.14 Tahun 2019)
Service: Institute, Research, & Consulting

Institute: Focus Discussion (kelas kajian terfokus)
Research: Peneliti (full riset, asisten peneliti, enumerator), Studi Kualitatif, dan Focus Group Discussion (FGD), serta Transkrip Wawancara.
Consulting: Konsultan Sosial dan pelatihan Kepenulisan (Workshop dan klinik artikel ilmiah dan non-ilmiah/Opini), serta Peer Reviewer.

Kami melayani instansi pemerintah dan non-pemerintah yang membutuhkan kajian, riset, atau pun membantu dlm pengumpulan data lapangan, perlu melibatkan Pihak Kedua, Kami siap membantu Anda.

Direktur
Agus Mauluddin, S.Sos., M.Si.
Wakil Direktur + Komanditer/Komisaris CIC
Opik Rozikin, S.H., M.H.
Kontak:
cic.official.id@gmail.com

"ANDA PUAS BERITAHU KOLEGA. ANDA TIDAK PUAS BERITAHU KAMI."




NB: Pada tanggal 31 Januari 2019, untuk kepentingan administratif dan perluasan bidang penelitian, CIC bertransformasi menjadi CIC Lembaga Riset dan Konsultan Sosial. Nama dan Logo CIC sebelumnya tetap diakui sebagai lembaga dalam naungan Kami. Terima Kasih.